Senin, 22 Juni 2015

KEBIJAKAN PERSAINGAN



TOPIK : KEBIJAKAN PERSAINGAN, DAYA SAING, LIBERALISASI, GLOBALISASI DAN REGIONALISASI

Dalam ekonomi, persaingan atau kompetisi adalah bersaingnya para penjual yang sama-sama berusaha mendapatkan keuntungan, pangsa pasar, dan jumlah penjualan. Para penjual biasanya berusaha mengungguli persaingan dengan membedakan harga, produk, distribusi dan promosi. Menurut Adam Smith dalam The Wealth of Nations (1776), persaingan akan mendorong alokasi faktor produksi ke arah penggunaan yang paling bernilai tinggi dan efisien. Proses ini sering disebut invisible hand atau tangan tak terlihat.
Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak . Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan.

Hadapi Persaingan Bank Kecil Diminta Merger
KBRN, Surabaya: Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mendorong kepada Bank kecil untuk melakukan merger sebagai upaya konsolidasi penyehatan Bank

Menurut Kartika Wirjoatmodjo, Kepala Eksekutif LPS, Konsolidasi maupun merger,  sangat dibutuhkan untuk bisa bersaing dengan bank-bank asing yang nanti bisa memperluas ekspansi ke Indonesia.

"Ada kebijakan yang clear dari segi insentiv, saya rasa OJK saat ini sudah lebih mengambil posisi yang lebih kuat, dimana kedepan bank-bank yang kecil dan tidak mampu bersaing ini diharapkan sukarela melakukan merger atau diakusisi oleh bank yang lebih besar, sehingga mampu bersaing," ungkap Kartika Wirjoatmodjo di sela MoU dan sosialisasi antara Unair dan lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) di Aula Fajar FEB kampus B Unair, Rabu (10/9/2014).

Lebih lanjut Kartika menjelaskan, saat ini di Indonesia terdapat 119 Bank umum, sehingga dalam segi keefesian dapat dikatakan berkurang, apalagi jika dikaitkan masalah permodalan.

"Ini  perlu adanya kebijakan dari otoritas untuk mendorong merger atau konsolidasi tidak hanya pada bank kecil, tetapi juga bank besar. Konsolidasi atau merger sangat dibutuhkan untuk bisa bersaing dengan bank-bank asing yang nanti bisa memperluas ekspansi ke Indonesia," urai Kartika.

         Indonesia sedang menghadapi persaingan ekonomi seperti persaingan bank-bank kecil ini juga termasuk kedalam persaingan ekonomi yang terjadi dalam Indonesia. Bagaimana cara kita menghadapi persaingan tersebut? Kita bentuk strategi yang dapat meningkatkan kualitas dari bank tersebut. Dengan begitu kita dapat menghadapi persaingan-persaingan yang terjadi.

Daftar pustaka :
Pasaribu Rowland Bismark Fernando. 2012.
Bahan Ajar Perekonomian Indonesia.
Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma,
Kenari

http://www.rri.co.id/post/berita/102696/ekonomi/hadapi_persaingan_bank_kecil_diminta_merger.html

KETAHANAN PANGAN MENURUN



TOPIK : KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan. Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan di masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai faktor seperti kekeringan, gangguan perkapalan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomi, peperangan, dan sebagainya. Penilaian ketahanan pangan dibagi menjadi keswadayaan atau keswasembadaan perorangan (self-sufficiency) dan ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko. Meski berbagai negara sangat menginginkan keswadayaan secara perorangan untuk menghindari risiko kegagalan transportasi, namun hal ini sulit dicapai di negara maju karena profesi masyarakat yang sudah sangat beragam dan tingginya biaya produksi bahan pangan jika tidak diindustrialisasikan. Kebalikannya, keswadayaan perorangan yang tinggi tanpa perekonomian yang memadai akan membuat suatu negara memiliki kerawanan produksi.

Krisis Pangan, Warga Bima Konsumsi Umbi Beracun

Liputan6.com, Bima - Krisis pangan ternyata tak hanya dialami 4 dusun di Desa Karampi, tetapi juga dialami 3 desa tetangga lainnya, yakni Desa Wadu Ruka, Sarae Ruma dan Pusu Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Masing-masing desa itu memiliki 2 dusun dan semuanya terletak di seberang laut teluk Waworada.

Penyebab krisis pangan hampir sama, yakni karena gagal panen akibat kemarau panjang. Sekitar 3.000 warga yang mendiami masing-masing desa terpaksa mengganti makanan pokok beras dengan umbian lede (gadung). Kondisi itu sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir.

Untuk mendapatkan umbian gadung tidaklah mudah. Warga harus bersusah payah menempuh perjalanan puluhan kilometer di atas gunung untuk mencarinya. Menurut warga, gadung bukanlah tanaman budidaya tetapi tumbuh liar di atas gunung. Tanaman jenis umbi itu juga tidak tumbuh disembarang tempat, melainkan di lokasi yang terjal.

Setiap hari warga 4 desa harus menghabiskan waktu sekitar 4 jam untuk mencari gadung. Mereka juga harus rela mendaki gunung yang terjal jika ingin asap dapur tetap mengepul. Namun rasa lelah itu tak terpikirkan karena pencarian Gadung dilakukan secara berkelompok.

"Semua gadung yang diperoleh itu akan dikumpulkan lagi kemudian diolah bersama," kata Subhan, warga Dusun Nanga Ni’u, Desa Karampi kepada Liputan6.com.

Setelah gadung diperoleh, jelas Subhan, warga tidak boleh mengonsumsinya secara langsung karena umbian itu mengandung racun. Gadung harus diolah melalui beberapa tahapan seperti dikupas kemudian diiris kecil-kecil hingga menyerupai keripik, kemudian direndam dengan air laut hingga 4 jam agar kandungan racunnya hilang.

Makan Gadung karena Terpaksa
Menurut Kepala Desa Karampi, Drs. Rifdun H. Hasan, tak jarang warga mengalami keracunan karena langsung mengonsumsi gadung atau tidak melaui proses pengolahan yang baik. Kata dia, setelah direndam air laut gadung harus dicuci lagi dengan air tawar supaya tidak asin. Proses selanjutnya harus dijemur lagi selama 2 hingga 3 hari baru bisa dimasak dan dikonsumsi.

"Meski sudah terbiasa makan gadung, warga tetap ada yang keracunan karena tidak mengolahnya dengan baik. Ya kita tidak punya pilihan karena memang tidak ada beras untuk dimakan," ujar Rifdun.

Rifdun mengaku, warga memakan Gadung sejak mulai masuk musim kemarau. Lahan yang kering menyebabkan hampir semua hasil pertanian gagal panen. Stok beras yang disimpan hanya cukup untuk beberapa minggu awal musim kemarau.

"Kita harus menempuh perjalanan 16 kilometer untuk mendapatkan gadung di atas gunung. Ini kita lakukan setiap hari, karena jika tidak begitu mau makan apa kita," imbuh Aminah, warga Dusun Soro Bali yang kemudian diiyakan warga lainnya.



         Ketahanan pangan di Indonesia terbukti masih lemah dengan adanya bukti bahwa masih banyak terjadi krisis pangan dan banyak juga masyarakat yang nekad makan makanan yang beracun yang tidak layak makan akibat kelaparan. Namun mereka terpaksa memakannya karena mereka butuh asupan energy untuk dapat mencari nafkah demi menghidupi keluarganya agar dapat bertahan hidup.

Daftar pustaka :
Pasaribu Rowland Bismark Fernando. 2012.
Bahan Ajar Perekonomian Indonesia.
Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma,
Kenari

http://news.liputan6.com/read/2117956/krisis-pangan-warga-bima-konsumsi-umbi-beracun

KAWASAN INSDUSTRI TERBAIK DI INDONESIA



TOPIK : INDUSTRI DAN INDUSTRIALISASI

Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.
Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan, dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik.

Ini Kawasan Industri Terbaik di Indonesia
MedanBisnis - Jakarta. Kementerian Perindustrian memberi penghargaan kepada sejumlah kawasan industri terbaik di Indonesia. Berdasarkan penilaian yang dilakukan beberapa pihak, dipilihlah 5 kawasan industri terbaik berdasarkan kategori masing-masing.
Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (PPI) Deddy Mulyadi mengatakan, kawasan industri yang terpilih tersebut ialah anggota Himpunan Kawasan Industri (HKI) yang berjumlah 64 kawasan industri. Dari jumlah tersebut yang menyerahkan formulir penilaian hanya 18 kawasan industri.

"Dari 18 itu ada 5 yang menjadi kawasan industri terbaik," kata Deddy saat berbincang dengan wartawan di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (28/10).

Lima kategori kawasan industri dinilai terbaik dari kawasan industri lain yang dinilai, meski tidak mencapai nilai maksimal atau yang disebut kategori emas. "Nilainya masih di bawah 360. Masih perak, jadi masih perlu dilakukan pembenahan," tambahnya.

Lima kategori kawasan industri tersebut ialah 1) Kawasan Industri KICC sebagai kawasan industri dengan kinerja terbaik dalam manajemen dan pelayanan, 2) Kawasan Industri Jababeka sebagai kawasan industri dengan kinerja terbaik dalam infrastruktur dan fasilitas, 3) Kawasan Industri EJIP sebagai kawasan industri dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan, 4) Kawasan Industri Batamindo sebagai kawasan industri terbaik di luar Jawa, 5) dan Kawasan Industri KIIC sebagai kawasan industri Terbaik di Indonesia.

Anggota tim penilai terdiri dari kalangan akademisi yakni Drajad Irianto, Johnny Patta, Gatot Yudoko, Woerjantari dan Tjandra Setiadi.

"Penghargaan ini diharapkan bisa mendorong industri kain agar melakukan pembenahan dan menarik minat investor lebih lagi," ujar Deddy.(dtf)


       Indonesia memiliki beberapa kawasan industry terbaik yang patut menjadi kebanggan dan harusnya kita bangga memilikinya. Dengan memiliki kawasan industry yang baik dapat kita manfaatkan juga sebagai mata pencaharian masyarakat agar masyarakat dapat bertahan hidup. Kawasan industry di Indonesia pun menjadi incaran orang-orang luar negeri.

Daftar pustaka :
Pasaribu Rowland Bismark Fernando. 2012.
Bahan Ajar Perekonomian Indonesia.
Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma,
Kenari

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/10/28/58907/ini-kawasan-industri-terbaik-di-indonesia/#.VYfL6vljLfY