TOPIK : PERAN SEKTOR LUAR NEGERI PADA
PEREKONOMIAN DI INDONESIA
Jika suatu
Negara ingin mencapai kemakmuran, maka mutlak negara tersebut harus melakukan
perdagangan dengan Negara lainnya.
Beberapa
alasan mengapa suatu negara memerlukan negara lain dalam kehidupan ekonominya
adalah :
1) Tidak semua kebutuhan masyarakatnya dapat
dipenuhi oeh komuditi yang dihasilkan di dalam negeri, sehingga untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, harus di lakukan impor dari negara yang memproduksinya.
Sebagai contoh meskipun negara arab adalah negara yang kaya, namun tidak dapat
menghasilkan karet untuk bahan baku ban mobil, sepatu atau sandal. Tentunya
untuk memenuhi kebutuhan bahan baku karet tersebut harus membelinyan dari
negara-negara yang menghasilkannya.
2) Karena terbatasnya konsumen, tidak semua
hasil produksi dapat dipasarkan di dalam negeri, sehingga perlu dicari pasar
diluar negeri. Untuk itulah suatu negara membutuhkan negara lain untuk
perluasan pasar baginproduknya.
3) Sebagai sarana untuk melakukan proses
alih teknologi. Dengan membeli produk asing suatu negara dapat mempelajari
bagaimana produk tersebut dibuat dan dipasarkan, sehingga dalam jangka panjang
dapat melakukan produksi untuk barang yang sama.
4) Perdagangan antar negara ssebagai salah
satu cara membina persahabatan dan kepentingen-kepentingan politik lainnya.
5) Secara ekonomis dan matematis perdagangan
antar negara dapat mendatangkan tambahan keunntungan dan efisensi dari
dilakukannya tindakan spesialisasibproduksi dari negara-negara yang memiliki
keuntungan mutlak dan keuntungan berbanding.
Tingkatkan Ekspor, Menteri
Perdagangan Lobi Afrika Selatan
Liputan6.com,
Jakarta - Di tengah potret kinerja positif neraca perdagangan April 2015 yang
mencatat surplus US$ 454,4 juta, Indonesia masih dibayang-bayangi defisit
perdagangan non migas ke 5 negara. Tak mau mengandalkan pasar lama, Kementerian
Perdagangan (Kemendag) akan melobi beberapa negara guna memacu ekspor.
Menteri
Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan, surplus neraca perdagangan non
migas pada bulan keempat ini disumbang oleh India, Amerika Serikat (AS),
Filiphina, Belanda, dan Pakistan senilai US$ 2,3 miliar.
"Tapi
ada juga negara mitra dagang yang menjadi penyumbang defisit perdagangan non
migas, antara lain Korea Selatan (Korsel), Thailand, Australia, Jepang dan
China," jelas dia di kantornya, Jakarta, Senin (18/5/2015).
Dengan
Korsel, sambung dia, kinerja ekspor Indonesia merosot 11 persen. Penurunan itu
disumbang terbesar dari barang mineral dari minyak mentah, mesin-mesin, dan
alas kaki.
Bercermin
dari target 300 persen ekspor sampai 5 tahun ke depan, Rachmat akan melakukan
pendekatan-pendekatan dengan beberapa negara yang belum tergarap sempurna.
Contohnya, kata dia, dengan Afrika Selatan (Afsel).
"Saya
sudah bertemu dengan Mendag Afrika Selatan, berdialog supaya bisa meningkatkan
ekspor ke sana dan ini sedang kami kaji. Juga ke Timur Tengah sedang dibahas
apa saja potensi produk yang bisa masuk ke sana," jelas dia.
Negara lain,
tambah Rachmat, dengan Iran. Pasalnya dijelaskan dia, ekspor Indonesia ke Iran
pada tahun-tahun sebelumnya cukup tinggi sampai US$ 4 miliar, namun sekarang
hanya US$ 400 juta.
"Pak
Joko Widodo (Jokowi) mau mengembalikan dan meningkatkan perdagangan dengan
Iran. Saya, Pak Menko Perekonomian dan Presiden akan bertolak ke Iran untuk
membicarakan potensi ini," tegasnya.
Tak kalah
penting, Rachmat bilang, Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk berunding
dengan Uni Eropa, mengingat banyak produk kreatif lokal yang dapat bersaing dan
diminati pasar Eropa. (Fik/Gdn)
Pemerintah perlu menangani hal ini secara
serius karena peran ekspor sangat penting bagi Indonesia ditambah itu merupakan
mata pencaharian juga bagi sebagian masyarakat. Dengan ekspor juga, sedikit
biaya tersebut dapat kita ambil untuk membayar hutang-hutang negara yang sudah
sangat banyak.
Daftar pustaka :
Pasaribu
Rowland Bismark Fernando. 2012.
Bahan Ajar
Perekonomian Indonesia.
Fakultas
Ekonomi. Universitas Gunadarma,
Kenari.
http://bisnis.liputan6.com/read/2234293/tingkatkan-ekspor-menteri-perdagangan-lobi-afrika-selatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar