Senin, 22 Juni 2015

KEBIJAKAN EKONOMI INDONESIA



TOPIK : ARAH KEBIJAKAN EKONOMI INDONESIA DALAM PERDAGANGAN DAN INVESTASI RILL

Kebijakan ekonomi adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini dapat pula mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga dan anggaran pemerintah serta pasar tenaga kerja, kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian.

Kadang kala kebijakan semacam ini sering terpengaruh juga oleh lembaga-lembaga internasional seperti International Monetary Fund atau Bank Dunia serta keyakinan politik dari pihak-pihak yang memegang kekuasaan negara saat itu.

Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Jokowi Tuai Protes

Di luar negeri, Presiden Jokowi berusaha menggaet investasi besar dari Jepang dan Cina. Di dalam negeri, pemerintah tiga bulan lalu mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Maret 2015. Pemerintahan Jokowi akhirnya mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar untuk daerah di luar Jawa, Madura dan Bali. Kenaikan harga masing masing Rp 500 untuk kedua jenis BBM itu.

Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Widhyawan Prawiraatmaja mengatakan, kenaikan harga itu sudah disesuaikan dengan melihat perkembangan dan penyesuaian harga berdasarkan biaya dasar.

"Ada beberapa hal yang dilihat, seperti pajak, pajak daerah, biaya pengolahan dan distribusi," kata Widhyawan dalam sebuah diskusi di Jakarta (29/03).

Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya mengatakan, kenaikan harga BBM itu antara lain disebabkan nilai Rupiah yang melemah.

"Kita tahu Rupiah sekarang masih Rp 13.000 lebih per Dolar AS, minyak juga naik lagi," kata Jusuf Kalla seperti dikutip kantor berita Antara.

Tarif angkutan umum tak boleh naik

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menegaskan, Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) tidak akan menaikkan tarif angkutan umum sehubungan dengan kenaikan harga BBM.
Indonesien Benzin Tankstelle von Pertamina in Jakarta

"Tidak bakalan naik," tandas Jonan di Istana Negara kepada wartawan hari Senin (30/03).

Menurut Jonan, tarif angkutan umum sudah naik beberapa waktu yang lalu, sehingga saat ini tidak perlu naik lagi.

Jonan menerangkan, mengenai tarif angkutan umum di daerah, pengaturannya dikembalikan ke masing-masing Pemerintah Daerah. Tapi dia meminta para wali kota, bupati, dan gubernur untuk tidak menaikkan tarif angkutan.

Di beberapa kota, berbagai kelompok mahasiswa menggelar aksi memrotes kenaikan harga BBM yang dinilai menyulitkan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Jokowi cari investor dari Jepang dan Cina

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil mengaku Indonesia berhasil menarik investasi ketika dirinya bersama Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri lain berkunnjung ke Jepang dan China.
Tidak sedikit perusahaan-perusahaan multinasional yang menggantungkan program riset dan pengembangannya pada Jepang. Selain itu negeri sakura juga dinilai prospektif sebagai pusat logistik regional. Secara umum, posisi Jepang masih kokoh karena geliat pasar di dalam negeri yang dinamis, buruh yang terdidik dan konsumen yang berpikiran maju.

Dia menerangkan, ada lebih dari 1200 perusahaan Jepang yang sudah menyatakan minatnya masuk Indonesia.

"Semangat Jepang luar biasa untuk menanamkan investasinya. Mereka bilang, Indonesia bisa menjadi basis produksi untuk ekspor," kata Menko Sofyan Djalil di Jakarta, Senin (30/03)

Perusahaan otomotif Jepang, Toyota, bahkan sudah mulai melakukan investasi senilai Rp 20 triliun sampai tahun 2018.

Sementara di Cina, pertemuan bisnis juga menghasilkan respon positif. Kebanyakan investor Cina ingin menanam modal di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tambahnya.

Menko Sofyan Djalil meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) lebih aktif lagi menjaring investor asing.

"Kendalanya selama ini adalah implementasi atau realisasi yang tidak cukup besar. Itu tantangan BKPM dan pemerintah, untuk menarik minat investor ke sini," tandasnya.


       
       Kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh presiden sebenarnya cukup tepat sasaran namun dengan menaikkan harga-harga tersebut akan menuai protes dari beberapa pihak dan masyarakat apalagi masyarakat dari golongan bawah yang untuk membeli makanan dalam sehari saja mereka belum tentu cukup. Pertimbangkan kembali keputusan tersebut secara keseluruhan. 


Daftar pustaka :
Pasaribu Rowland Bismark Fernando. 2012.
Bahan Ajar Perekonomian Indonesia.
Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma,
Kenari.
 


http://www.dw.com/id/kebijakan-ekonomi-pemerintahan-jokowi-tuai-protes/a-18349267

Tidak ada komentar:

Posting Komentar