Kamis, 26 Maret 2015

MINYAK BUMI DI INDONESIA



Struktur produksi adalah struktur yang menjelaskan tentang produksi produksi barang yang ada di Indonesia. Struktur produksi di Indonesia masih kurang memadahi karena produksi di Indonesia masih sangat rendah dan tidak bisa buat Negara maju dalam system produksi.
TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat bahwa lifting minyak saat ini hanya 762 ribu barel per hari (bph). Angka ini jauh di bawah target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 825 ribu bph.

"Yang saya tahu, hari ini angkanya seperti itu. Saya tidak ingat rata-ratanya sejak awal tahun lalu," ujar Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa, 24 Maret 2015.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan lifting di bawah target ini dipicu penurunan produksi di beberapa sumur eksploitasi (natural decline). Selain itu, ada beberapa kontraktor kontrak kerja sama yang menahan produksi maksimal sementara lantaran harga minyak dunia.

Menurut Wiratmadja, kondisi lifting di bawah target seperti ini memang kerap terjadi pada kuartal I. Sebaliknya, produksi diprediksi akan kembali melimpah pada kuartal II.

Wiratmadja mencontohkan produksi minyak di blok Cepu yang saat ini produksinya hanya 35 ribu bph. Pada masa puncak produksi bulan Oktober, produksi blok Cepu diperkirakan bakal melonjak hingga 165 ribu bph. "Semoga produksi nanti tidak ada gangguan," ujarnya.

   Produksi minyak di Indonesia masih belum memenuhi target yang ditentukan. Apalagi produksi minyak di Indonesia banyak dibutuhkan oleh masyarakat tetapi Indonesia masih belum bisa meningkatkan kualitas produksi di Indonesia karena pemerintahpun juga tidak pernah peduli akan apa yang terjadi di Indonesia

FAKULTASEKONOMI.UNIVERSITASGUNADARMA.KENARI

AIR BERSIH DI INDONESIA



Peta perekonomian indonesia secara letak geografis sangat strategis namun kenapa Indonesia tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di Indonesia. Padahal jika sumber daya alam di Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik Indonesia akan menjadi Negara yang maju.

JAKARTA - Para menteri Kabinet Kerja hari ini berkumpul untuk membahas masalah penyediaan air bersih yang dinilai sebagai salah satu aspek penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah dengan melaksanakan acara Indonesia Water Learning Week.

Direktur Jenderal Sumberdaya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU Pera) Mudjiadi menerangkan bahwa dalam acara ini akan dibahas terkait permasalahan pemanfaatan air di Indonesia.

"Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi saat ini telah menyebabkan semakin tingginya konflik di antara berbagai penggunaan air," ujarnya dalam acara tersebut di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Permasalahan pemanfaatan air ini, yakni memburuknya kualitas air yang disebabkan polusi limbah industri, rumah tangga dan perkotaan, penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air besar-besaran yang kurang bijaksana, hingga meningkatnya bahaya banjir akibat penataan sanitasi yang buruk.

"Untuk itu diperlukan pengelolaan sumber daya air terpadu untuk mengatasi tantangan terhadap sektor sumberdaya air di Indonesia," katanya.

Dalam kaitannya pada kegiatan ekonomi, kondisi ini jelas penting untuk diperhatikan mengingat eratnya berbagai kegiatan produksi pada ketersediaan air yang berhubungan langsung maupun tidak langsung.

Menurutnya, hubungan antara air, pangan dan energi sangat terkait erat. Sejauh ini sektor pertanian adalah konsumen terbesar dari pasokan air. Air juga digunakan untuk menghasilkan listrik.

"Pengembangan solusi berkelanjutan akan mengarah pada peningkatan pembangunan ekonomi, sehingga air harus dilihat sebagai sektor yang penting," jelad dia.

Direncanakan hadir dalam acara ini adalah Menteri PU Pera Basuki Hadimuljono, Menteri PPN Andrinof A Cahniago, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Nila Moelok.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Menteri PU Era Kbinet Indonesia Bersatu Djoko Kirmanto, Direktur Utama PT Krakatau Tirta Industri Tonno Sapoetra, Rektor Universitas Parahayangan Robertus Wahyudi Triweko, dan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Deddy Supriadi Priatna.

Acara yang terselenggara berkat kerjasama antara Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian PPN, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM dan Asian Defelopment Bank akan berlangsung selama 3 hari pada 24-26 November 2014.

Sumber daya alam yang ada di Indonesia adalah air bersih. Sekarang air bersih yang terdapat di sungai sungai dan dimanapun sudah tercemar menjadi air keruh dan tidak mungkin bisa digunakan oleh masyarakat jika bukan karena terpaksa. Kita sebagai masyarakat harus menjaga kelestarian sumber daya alam apalagi air bersih. Karena kita hidup sangat memerlukan air bersih.
FAKULTASEKONOMI.UNIVERSITASGUNADARMA.KENARI

STRATEGI PEREKONOMIAN INDONESIA



Perencanaan perekonomian di Indonesia berguna untuk membentuk strategi agar perekonomian Indonesia dapat meningkat secara tajam dan dapat memulihkan perekonomian di Indonesia yang kini turun secara drastis sekali. Pembangunan digunakan untuk memperbaiki perekonomian di Indonesia yang kini sedang mengalami penurunan secara drastis.

Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 mendatang berjumlah 305,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 28,6 persen dari tahun 2010 yang sebesar 237,6 juta jiwa.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana mengatakan, meningkatnya jumlah penduduk pada tahun 2035 tersebut menyebabkan Indonesia menjadi negara kelima dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.

Meski begitu, peningkatan jumlah penduduk Indonesia tersebut dibarengi dengan meningkatnya penduduk berusia produktif (usia 15 tahun sampai 65 tahun). Menurut Armida, Indonesia telah memasuki bonus demografi (rasio ketergantungan terhadap penduduk tak produktif) sejak tahun 2012, yakni 49,6 persen. Atas dasar itu, penduduk Indonesia yang produktif lebih banyak daripada penduduk yang tak produktif.

Pada tahun 2010, proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 66,5 persen. Proporsi ini terus meningkat mencapai 68,1 persen pada tahun 2028 sampai tahun 2031. Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif menyebabkan menurunnya angka ketergantungan, yaitu jumlah penduduk usia tidak produktif yang ditanggung oleh 100 orang penduduk usia produktif dari 50,5 persen pada tahun 2010 menjadi 46,9 persen pada periode 2028-2031. Tetapi angka ketergantungan ini mulai naik kembali menjadi 47,3 persen pada tahun 2035.

Armida mengatakan, kontribusi penduduk berusia produktif ini telah terlihat dari peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang stabil. Fenomena ini terlihat juga di beberapa negara yang jumlah penduduknya turut meningkat dan kondisi ekonominya sama seperti Brazil, Rusia dan India. Bahkan di sejumlah negara lain, bonus demografi telah berkontribusi menumbuhkan ekonomi.

“Thailand, Tiongkok, Taiwan dan Korea bonus demografi di sana berkontribusi dengan pertumbuhan ekonomi antara 10-15 persen,” kata Armida di Jakarta, Jumat (7/2).

Ia berharap, bonus demografi ini dapat dimanfaatkan secara baik oleh pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Manfaat bisa dilakukan dengan adanya kesiapan kebijakan seperti memperkuat investasi di bidang kesehatan, pendidikan maupun ketenagakerjaan. “Ini (bonus demografi) tidak otomatis untungkan kita, harus ada syaratnya,” katanya.

Misalnya dalam bidang pendidikan, Armida menyarankan agar wajib belajar terus diperpanjang menjadi 12 tahun. Lalu, jumlah drop out (DO) pelajar yang keluarganya berpenghasilan rendah harus dikurangi dan kurikulum juga harus direvisi. “Sekolah Dasar (SD) betul-betul diubah supaya dari kecil diajarkan cara berpikir lebih kreatif,” katanya.

Dari sisi kesehatan, lanjut Armida, juga harus dimulai nutrisi 1000 hari pertama sejak kelahiran. Menurutnya, dalam jangka waktu tersebut masa-masa untuk perkembangan otak. Sedangkan dari sisi ketenagakerjaan, bila perlu pemerintah terus menggenjot industri padat karya, pertanian, industri kreatif serta industri mikro, kecil dan menengah.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan Buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyatakan bahwa kependudukan merupakan topik yang sangat penting dalam pembangunan, karena pembangunan manusia pada dasarnya ditujukan kepada manusia atau people-centered development.

Menurutnya, pembangunan dilakukan pada saat manusia menjadi pelaku utama dari pembangunan itu sendiri yang diukur dari human resource development atau kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pembangunan manusia harus menjadi prioritas dalam pembangunan. Presiden juga berharap pentingnya proyeksi penduduk sebagai prasyarat untuk merumuskan perencanaan pembangunan di masa depan secara lebih efektif dan efisien.
Jumlah penduduk saat ini semakin meningkat oleh sebab itu pemerintah harus melakukan perencanaan, pembangunan dan pembuatan stratei agar perekonomian Indonesia tidak menurun dan mengalami peningkatan agar masyarakat menengah kebawah juga dapat terbantu.
Pendidikanpun juga harus menjadi sebab utama agar suatu saat generasi muda dapat meningkatkan perekonomian Indonesia karena pendidikan juga mempengaruhi perekonomian Indonesia.
FAKULTASEKONOMI.UNIVERSITASGUNADARMA.KENARI

KAUM MUDA MEMENTINGKAN KAPITALISME

Topik : SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

       
     Sistem perekonomian adalah system yang menjelaskan  tentang perekonomian Indonesia secara detail dan jelas. Sistem perekonomian biasanya dapat berupa bagan , grafik, maupun dalam bentuk makalah. System perkonomian juga dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu system ekonomi kapitalis, sosialis, campuran dan system ekonomi di Indonesia. Sistem ekonomi kapitalis juga bias disebut sebagai system ekonomi liberal.


Kaum muda sekarang lebih memberhalakan Kapitalisme
30/10/2013
Description: Kaum muda sekarang lebih memberhalakan Kapitalisme thumbnail 
Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lusius Karus mengemukakan dunia politik saat ini tidak menjadi pilihan utama kaum muda  karena zaman sekarang memang tidak lagi percaya pada  kekuatan politik murni sebagai penentu. Nasionalisme atau kebangsaan itu tidak lagi menjadi jargon yang terpateri dalam benak anak muda masa kini.
“Kebangsaan merupakan sebuah imaginasi yang dahulu sukses menjadi pemicu generasi muda meraih kemerdekaan. Sekarang kata “bangsa” tak lagi terdengar dari mulut para pemimpin semenjak terakhir Soeharto digulingkan,” kata Lusius di Jakarta, Rabu (30/10), seperti dilansir suarapembaruan.com.
Ia menjelaskan sebagai gantinya, kaum muda sekarang ini cenderung memberhalakan perintah baru zaman globalisasi yaitu kapitalisme. Uang dan materi menjadi segalanya.
Ketika uang menjadi panglima dan nasionalisme tak lagi mengalir dalam nadi kaum muda maka tak ada lagi perekat yang menghidupi imajinasi berbangsa pada diri kaum muda.
Semua bergerak bagai robot dengan target menumpuk harta apapun caranya. Politik dilihat sebagai salah satu cara bagi kaum muda untuk mendapatkan harta itu. Maka kaum muda yang terlibat korupsi tak nampak berwajah sesal ketika divonis korup oleh publik dan penegak hukum.
Meski demikian, dia menegaskan tidak banyak kaum muda yang tertarik dengan politik seperti itu. Walau sama-sama dikuasai globalisasi-kapitalistik, pemuda kebanyakan tetap memegang prinsip bisnis pasar yang fair atau halal dalam mencari uang. Materi walau mutlak bagi kaum muda, tapi tak lalu menjadi alasan untuk bebas mencuri. Ini tentu berbeda dengan cara koruptor muda dalam menumpuk harta yang dilakukan dengan melanggar prinsip kejujuran.
“Contoh buruk politisi muda yang ingin kaya dengan memanfaatkan politik melahirkan antipati dari kaum muda. Memang antipati itu lagi-lagi bukan karena jiwa kebangsaan yang menyala pada diri anak muda, tetapi melulu karena prinsip kapitalisme global yang menghargai fairnity,” ujarnya.
“Jadi jika hanya sedikit kaum muda yang tertarik masuk dunia politik, itu hanya karena pancaran politik itu tidak lagi bernilai lebih untuk bonum comunae. Ketika politik hanya menjadi lahan pekerjaan demi mendapatkan duit dan terkadang menghalalkan segala cara, kaum muda memilih untuk menjadi pebisnis biasa tanpa harus ribut-ribut di ruang publik,” tambahnya.

     Peneliti forum masyarakat mengatakan bahwa dunia politik tidak menjadi pilihan bagi kaum muda. Kaum muda jaman sekarang lebih mementingkan kapitalisme dibandingkan politik. Karena kaum muda jaman sekarang lebih memilih menjadin pebisnis dibandingkan harus ribut-ribut mengurus urusan yang tidak harus diributkan. Jika mereka meilih menjadi pebisnis akan lebih mudah dalam mendapatkan uang secara kapitalisme.
Tingkat kapitalisme di Indonesia harus dirubah menjadi lebih baik agar kaum muda juga lebih memihak pada kaum kapitalisme dan seluruh masyarakat Indonesia juga akan memihak pada pihak kaum kapitalisme.

FAKULTASEKONOMI
UNIVERSITASGUNADARMA.KENARI